Sabtu, Desember 11, 2010

Run Time Untuk VFP9

Untuk menjalankan Program Executable (Applikasi) yang dirancang menggunakan bahasa pemograman Visual Foxpro9 anda tidak perlu menginstall VFP9 di client anda. Cukup dengan membawa file dibawah ini dan ditempatkan di public folder.

Klik Untuk Download...!!!

Minggu, November 29, 2009

Tutorial Mengolah Data Dengan Visual Fox Pro

Tutorial Mengolah Data Dengan Visual Fox Pro Lengkap Bergambar . PDF ini berisi langkah demi langkah belajar Pengolahan Database dengan Software Microsoft Visual Fox Pro yang di paparkan dengan gamblang dan mudah di pahami.

Dengan pembahasan yang rinci, anda semuanya pasti bisa dengan cepat memahami cara menggunakan Program Database ini dengan waktu yang singkat. Klik untuk Download...!!

Rabu, November 11, 2009

IT Metropolis

Hadir sebuah Group Fb baru, IT Metropolis untuk menjembati sesama pelaku profesi IT ataupun pratiksinya. Group Fb ini dikhususkan sebagai media sesama kalangan profesi IT sebagai ajang sharing informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan profesi IT yang mana secara umum dunia profesi IT bisa dikelompokan secara garis besar akan 3 golongan:
1. Software, mencakup :
- Programmer
- Web Degsigner
- Web... Programmer
2. Hardware, mencakup :
- Technical Enginer
- Network Enginer
3. OS, mencakup
- EDP
- System Admin

Bagi yang berminat silahkan klik disini

Selasa, Juli 28, 2009

Solved: Windows cannot start the Windows Firewall/ICS service

When go to Control Panel and double click on Windows Firewall, then get a prompt saying "Windows Firewall settings cannot be displayed because the associated service is not running" and it asks me whether I "want to start the Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) service."
Solved it by : From the Command Prompt, enter:

netsh winsock reset

Minggu, Juni 01, 2008

Default Path Direktory.

Tiba tiba saya tergelitik untuk membahas perbedaan antara command Sys(5)+Sys(2003) dengan Sys(16) untuk menentukan Direktori dimana Program kita berada.

Banyak rekan-rekan sesama Foxers menyarankan untuk menggunakan yang pertama . Alasannya paling simple, cukup dengan membuat command tersebut, maka default Path Direktory dimana Program kita berada sudah Ok. Praktis dan mudah.

Tapi tahukan anda jika tidak hati2 maka penggunaan command pertama tsb bisa bermasalah.

Berdasarkan Help VFP sendiri:
Sys(5) = Default drive or volume.
Sys(2003) = Current directory.
Jadi dengan menjalan command tsb, system akan menempatkan default direktori secara otomatis ketempat mana dia diexecutin. Ketika kita menjalankan program dari direktori asal program tsb, maka secara otomatis default direktory juga terset ketempat itu.

Tapi apa jadinya jika kita tidak meng executing program dari tempat tersebut ?

Misal, pertama kali membuka program Microsfoft Visual Foxpro 9 yang mana defaultnya adalah HOME()="C:\Program Files\Microsoft Visual Foxpro 9\". Nah, tentu saja Perintah Sys(5)+Sys(2003) justru akan mengacaukan alamat default direktori program yang sudah kita rancang. Karena default tidak berada ditempat semestinya tapi justru di HOME() dari VFP itu sendiri.

Bagaimana dengan command Sys(16) yang menurut Help Vfp sendiri berarti 'Executing program file name'.

Justru menurut saya ini adalah langkah paling aman yang mesti gunakan. Walau dalam penggunaan command ini sedikit lebih ribet dan panjang dari langkah pertama , tapi default program kita lebih terjamin berada ditempat yang seharusnya.

Berikut adalah modifikasi prosedur yang selama ini saya mamfaatkan selama ini untuk membuat sebuah program awal (main procedur), barangkali bisa bermamfaat bagi rekan2 sesama fox mania.

Public PbPath
cCurr= Sys(16,1)
nPath= At(":",cCurr)-1
If nPath<1 npath="1">&&& Fungsi ini boleh diabaikan karena hanya bermamfaat untuk menghilangkan error yang tidak perlu, jika Program kita executing dari jaringan Network.
Endif
lPath = Rat("\", cCurr) -
(nPath)
PbPath=Alltrim(Substr(cCurr, nPath, lPath))
* Publis Global Variable bermamfaat saat suatu ketika kita memindahkan default ke tempat lain
dan untuk mereset ke Direktory awal cukup dengan merecallnya kembali. Anda Boleh juga mengabaikan untuk mempublis fungsi ini untuk memperpendek pengetikan prosedure.
Set Default To (PbPath)
Jauh lebih panjang dari cuma membuat command Sys(5)+Sys(2003), akan tetapi kita lebih terjamin berada di default direktory yang sebenarnya.

Kamis, Mei 29, 2008

virus KSPOOLD dan Langkah untuk merecovey

Langkah untuk merecover file DBF yang rusak oleh virus KSPOOLD

Kerusakan data yang disebabkan oleh virus KSPOOLD adalah mengganti header dari file yang berextension DBF (Kalau file data dbf yg sudah diganti extensionnya, tidak diserang). Karena header setiap file dbf tidak sama ukurannya, ini tergantung dari jumlah field, maka untuk file yang jumlah fieldnya sedikit, virus bisa menyerang record. Hal ini diperhatikan karena disengaja oleh pembuatnya agar ukuran file tidak berubah. Untuk memperbaiki header file dbf yang rusak bisa dilakukan dengan bantuan utility UltraEdit yang dapat di download versi trial nya di :
http://www.tucows.com/preview/194610


Langkah perbaikan :
1. Buka file dbf yang rusak
2. Buka file yang masih baik dgn struktur yang sama dengan file yang rusak, atau buat file baru yang strukturnya sama dgn file yang rusak


http://www.4freeimagehost.com/resized/661e423da80b.jpg

3. Blok header data yang clean mulai dari batas header dgn record sampai ke awal file, klik
kanan pilih copy



http://www.4freeimagehost.com/resized/356df9b42c02.jpg

4. Blok header data yang rusak mulai dari batas antara header dgn record sampai awal file, klik kanan pilih paste




http://www.4freeimagehost.com/resized/b505b91753db.jpg
5. Simpan data yang rusak dgn cara masuk ke Menu, Pilih File lalu Save. Perbaikan data tahap pertama sudah selesai, hasilnya masih belum bisa dibaca oleh VFP, karena jumlah record yang tercatat pada data yang rusak tidak sama dengan yang di kopikan.
6. Perbaikan selanjutnya saya menggunakan tool yang berfungsi untuk memperbaiki header file dbf yg kerusakannya tidak parah dgn Tabel Repair Utility (Program Terlampir)
7. Klik Pilih File, cari file yang disimpan melalui UltraEdit, ini tampilannya

8. Klik Tombol Ganti Pada baris jumlah Recor
9. Klik Tombol Ganti Pada baris ukuran file
10. Bila File yg Anda Recover mempunyai Field Memo sedangkan file memonya tidak tersedia, ubah Table Flag menjadi Has CDX File, kemudian klik Ganti.
11. Klik Buka File ...untuk membuka file yang sudah di recover, pada bagian bawah terdapat record sampah, buang saja .. !

Data yang rusak sudah bisa diselamatkan.

Semoga dapat membantu.
Salam Fox Mania.

(Kutipan dari PaissiaP al. Ismuddin mailto:ismuddin@yahoo.com)